PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus sp.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI DALAM DSSC (DYE- SENSITIZED SOLAR CELLS)

Authors

  • Zulfaidil SMAN 1 Kendari
  • Reski Wahyuni Sarli SMAN 1 Kendari
  • Kaysha Aziza.S SMAN 1 Kendari
  • Kirany Paramesty Chuday Halip SMAN 1 Kendari
  • Wa Ode Tuti Asndari Universitas Halu Oleo
  • Achmad Aswal SMAN 1 Kendari

Keywords:

Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC), Kulit buah naga, antosianin, Energi terbarukan, Fotosensitizer

Abstract

Ketergantungan pada bahan bakar fosil yang semakin menipis serta dampak negatifnya terhadap lingkungan mendorong pengembangan energi terbarukan sebagai solusi berkelanjutan. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC), yaitu sel surya berbasis pewarna yang berfungsi  sebagai fotosensitizer dalam konversi cahaya menjadi listrik. Pewarna alami menjadi alternatif yang menjanjikan karena lebih ramah lingkungan dan ekonomis dibandingkan pewarna sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ekstrak kulit buah naga (Hylocereus sp.) sebagai pewarna alami dalam DSSC serta menguji tegangan listrik yang dihasilkan. Pigmen antosianin diekstrak menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% sebagai pelarut. Pewarna diaplikasikan pada elektroda kerja berbasis kaca ITO/TiO2, sementara elektroda lawan menggunakan karbon dari pensil 6B. Larutan elektrolit terdiri dari campuran NaI dan iodin dalam etanol. Pengujian dilakukan dengan mengukur tegangan menggunakan multimeter dalam pencahayaan alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSSC berbasis ekstrak kulit buah naga menghasilkan tegangan antara 200,9 mV hingga 270,3 mV di bawah cahaya matahari langsung. Saat ditempatkan di tempat teduh, tegangan turun menjadi 111,8 mV, dan setelah lima menit tanpa cahaya, turun lebih lanjut menjadi 44,4 mV. Dibandingkan DSSC berbasis ekstrak daun jati (80 mV), DSSC ini menunjukkan kinerja lebih baik, meskipun masih lebih rendah dibandingkan DSSC berbasis mikroalga laut tropis (300 mV). Hasil ini menunjukkan bahwa DSSC berbasis pewarna alami memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan, tetapi memerlukan optimasi lebih lanjut, terutama dalam aspek stabilitas dan penyimpanan daya agar lebih efektif dalam aplikasi nyata.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Wa Ode Tuti Asndari, Universitas Halu Oleo

Jurusan Magister Kimia

Published

2026-03-30

Issue

Section

HASIL PENELITIAN